««•»»إِذْ دَخَلُوا عَلَىٰ دَاوُودَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ ۖ قَالُوا لَا تَخَفْ ۖ خَصْمَانِ بَغَىٰ بَعْضُنَا عَلَىٰ بَعْضٍ فَاحْكُمْ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَاهْدِنَا إِلَىٰ سَوَاءِ الصِّرَاطِ
««•»»
its dakhaluu 'alaa daawuuda fafazi'a minhum qaaluu laa takhaf khashmaani baghaa ba'dhunaa 'alaa ba'dhin fauhkum baynanaa bialhaqqi walaa tusythith waihdinaa ilaa sawaa-i alshshiraathi
««•»»
Ketika mereka masuk (menemui) Daud lalu ia terkejut karena kedatangan) mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus.
««•»»
When they entered into the presence of David, he was alarmed by them. They said, ‘Do not be afraid. [We are only] two contenders: one of us has bullied the other. So judge justly between us, and do not exceed [the bounds of justice], and show us the right path.’
««•»»
Sesudah itu AUah SWT menyebutkan salah satu peristiwa yang menarik di antara kisah Daud. Kisah ini dimulai dengan pertanyaan yang ditujukan kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya, untuk menunjukkan bahwa kisah dimaksud benar-benar menarik perhatian dan patut diteladani. Kisah yang menarik itu ialah kisah orang-orang yang berperkara kepada Nabi Daud. Mereka itu menemui Daud. Daud pada waktu itu berada di tempat peribadatannya, Nabi Daud pun terperanjat karena beliau menyangka mereka itu datang untuk memperdayakannya. Nabi Daud menduga demikian, karena mereka datang dengan cara dan dalam waktu yang tak biasa. Pada saat itulah mereka meminta kepada Daud agar tidak takut. Selanjutnya mereka menjelaskan bahwa mereka mempunyai perkara yang harus diputuskan, dan meminta agar perkaranya diputuskan dengan keputusan yang adil, lagi tidak menyimpang dari kebenaran.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Ketika mereka masuk menemui Daud lalu ia terkejut karena kedatangan mereka. Mereka berkata, "Janganlah kamu merasa takut) kami (adalah dua orang yang bersengketa) menurut suatu pendapat dikatakan, bahwa yang bersengketa itu adalah dua golongan, demikian itu supaya sesuai dengan dhamir jamak yang sebelumnya. Menurut pendapat yang lain disebutkan bahwa orang yang bersengketa itu dua orang, sedangkan dhamir jamak diartikan dengannya.
Lafal Al-Khashmu dapat diartikan untuk satu orang atau lebih. Kedua orang itu adalah dua malaikat yang menjelma menjadi dua orang yang sedang bersengketa. Persengketaan yang terjadi di antara keduanya hanyalah sebagai perumpamaan, dimaksud untuk mengingatkan Nabi Daud a.s. atas apa yang telah dilakukannya. Karena ia mempunyai istri sebanyak sembilan puluh sembilan orang wanita.
Tetapi sekalipun demikian ia melamar istri orang lain yang hanya mempunyai seorang istri kemudian ia mengawininya dan menggaulinya (salah seorang dari kami berbuat zalim kepada yang lain, maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran) janganlah kamu berlaku berat sebelah (dan tunjukilah kami) bimbinglah kami (ke jalan yang lurus) yakni keputusan yang pertengahan dan adil.
««•»»
When they entered upon David, and he was frightened by them. And they said, ‘Do not fear; we are, two disputants (some say that this means ‘two groups’, in order to agree with the plural person [of the verb dakhalū, ‘they entered’]; others say, ‘two individuals’ with the plural person actually denoting these two; al-khasm may refer to a one or more individuals.
These two were angels who had come in the form of two disputants, between whom there [was supposed to have] occurred the situation mentioned — [but] only hypothetically — in order to alert David, peace be upon him, to what he had done: he had ninety nine women but desired the woman of a man who had only her and no other.
He [David] had married her and consummated the marriage. One of us has infringed upon the [rights of the] other, so judge justly between us and do not transgress, [do not] be unjust, and guide us, direct us, to the right path’, the correct way.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
When they entered upon David, and he was frightened by them. And they said, ‘Do not fear; we are, two disputants (some say that this means ‘two groups’, in order to agree with the plural person [of the verb dakhalū, ‘they entered’]; others say, ‘two individuals’ with the plural person actually denoting these two; al-khasm may refer to a one or more individuals.
These two were angels who had come in the form of two disputants, between whom there [was supposed to have] occurred the situation mentioned — [but] only hypothetically — in order to alert David, peace be upon him, to what he had done: he had ninety nine women but desired the woman of a man who had only her and no other.
He [David] had married her and consummated the marriage. One of us has infringed upon the [rights of the] other, so judge justly between us and do not transgress, [do not] be unjust, and guide us, direct us, to the right path’, the correct way.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 21]•[AYAT 23]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
22of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=22&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#38:22
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
22of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=22&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#38:22

Tidak ada komentar:
Posting Komentar