Jumat, 10 April 2015

[038] Shaad Ayat 012

««•»»
Surah Shaad 12

كَذَّبَت قَبلَهُم قَومُ نوحٍ وَعادٌ وَفِرعَونُ ذُو الأَوتادِ
««•»»
kadzdzabat qablahum qawmu nuuhin wa'aadun wafir'awnu dzuu al-awtaadi
««•»»
Telah mendustakan (rasul-rasul pula) sebelum mereka itu kaum Nuh, 'Aad, Fir'aun yang mempunyai tentara yang banyak,
««•»»
Before them Noah’s people impugned [their apostle] and [so did the people of] ʿĀd, and Pharaoh, the Impaler1 [of his victims],
[1] Lit.: ‘the one of stakes.’ According to several traditions, Pharaoh used to torture and execute his victims by piercing their bodies with stakes, or awtād (see Biḥār al-anwār, vol. 13, p. 136, from ʿIlal al-Sharāyiʿ, p. 161; vol. 71, p. 13; vol. 75, p. 403). Hence the epithet ‘dhiʾl-awtād,’ which occurs twice in the Qurʾān with reference to Pharaoh, refers to him as one who used to impale his victims. Other alternate explanations have been suggested for this epithet by the commentators, but they are not convincing.
««•»»

Dalam ayat 12 dan ayat 13 ini Allah SWT menjelaskan enam kaum yang mendustakan Rasul-rasul Allah, serta akibat yang mereka derita, dengan maksud agar menjadi pelajaran bagi kaum musyrik Quraisy, sehingga mereka terlepas dari kesesatan, dan mau menerima tuntunan hidayah.

Pertama.
Kaum Nuh yang menuduh Nabi Nuh as telah memberikan nasihat-nasihat dan peringatan yang dibuat-buat, oleh karena itu mereka memperolok-olokkannya, bahkan mengatakannya gila. Meskipun Nabi Nuh telah berulang kali menyeru kepada mereka dengan lemah lembut agar mereka beragama tauhid tetapi tantangan mereka tidak berkurang juga, bahkan bertambah-tambah, akhirnya sampailah Nabi Nuh pada keputusan untuk berlindung dan berdoa kepada Allah:

Firman Allah:
وقال نوح رب لا تذر على الأرض من الكافرين ديارا إنك إن تذرهم يضلوا عبادك ولا يلدوا إلا فاجرا كفارا
Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan,: seorangpun di antara orang-orang kafir itu linggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir".
(QS. Nuh [71]:26-27)

Kemudian setelah kaum Nuh itu tetap juga mendustakan seruan Nuh, dan tenggelam dalam kesesatan, Allah SWT membinasakan mereka dengan perantaraan badai dan topan sebagai balasan dari kejahatan yang mereka lakukan. Akan tetapi Nuh dan pengikut-pengikut setianya diselamatkan Allah dari siksaan itu.

Allah SWT Berfirman:
ففتحنا أبواب السماء بماء منهمر وفجرنا الأرض عيونا فالتقى الماء على أمر قد قدر وحملناه على ذات ألواح ودسر تجري بأعيننا جزاء لمن كان كفر
Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkat Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari(Nuh).
(QS. Al Qamar [54]:11-14)

Kedua.
Kaum `Ad mendustakan seruan Hud yang mengajak mereka menyembah Allah Yang Maha Esa dan meninggalkan sembahan-sembahan yang mereka persekutukan dengan Allah. Akan tetapi kaum `Ad menentang seruan itu bahkan mereka memperolok-olokkan Hud dan mengatakannya gila. Itulah sebabnya mereka dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi kencang.

Allah SWT berfirman:
وأما عاد فأهلكوا بريح صرصر عاتية سخرها عليهم سبع ليال وثمانية أيام حسوما فترى القوم فيها صرعى كأنهم أعجاز نخل خاوية فهل ترى لهم من باقية
Adapun kaum `Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang. Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum `Ad pada waktu itu mati bergelimpangan, seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka.
(QS. Al Haqqah [69]:6-8)

Ketiga.
Firaun yang mempunyai bala tentara yang besar. Allah SWT telah mengutus Musa as kepada Firaun dan pengikut-pengikutnya agar menghentikan kesesatannya dan menyembah Allah Yang Maha Esa.

Kebenaran seruan Musa itu dikuatkan pula dengan mukjizat. Akan tetapi Firaun dan pengikut-pengikutnya tetap berkeras hati menolak seruan Musa, bahkan bersikap sombong dan menghinanya dengan menyatakan bahwa dialah tuhan yang maha tinggi.

Maka Allah SWT memerintahkan Musa untuk mengungsikan kaumnya agar selamat dari kekejaman Firaun. Dengan itu selamatlah Musa dan kaum Bani Israel dari pengejaran Firaun sedang dia dengan bala tentaranya tenggelam ditelan gelombang laut.

Allah SWT berfirman:
وجاوزنا ببني إسرائيل البحر فأتبعهم فرعون وجنوده بغيا وعدوا حتى إذا أدركه الغرق قال ءامنت أنه لا إله إلا الذي ءامنت به بنو إسرائيل وأنا من المسلمين آلآن وقد عصيت قبل وكنت من المفسدين فاليوم ننجيك ببدنك لتكون لمن خلفك ءاية وإن كثيرا من الناس عن ءاياتنا لغافلون
Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga ketika Firaun itu telah hampir tenggelam, berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel; dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. "Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu, supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.
(QS. Yunus [10]:90,91,92)

Keempat.
Kaum Samud mendustakan seruan Nabi Saleh yang diutus untuk mereka. Mereka telah berbuat kesalahan yang melampaui batas. Mereka telah menyembelih unta yang disuruh untuk dipelihara. Sebagai balasan atas kedurhakaan mereka, Allah telah menimpakan suara keras yang mengguntur, hingga mereka musnah seperti rumput-rumput kering.

Allah SWT berfirman:
كذبت ثمود بالنذر فقالوا أبشرا منا واحدا نتبعه إنا إذا لفي ضلال وسعر أؤلقي الذكر عليه من بيننا بل هو كذاب أشر سيعلمون غدا من الكذاب الأشر إنا مرسلو الناقة فتنة لهم فارتقبهم واصطبر ونبئهم أن الماء قسمة بينهم كل شرب محتضر فنادوا صاحبهم فتعاطى فعقر فكيف كان عذابي ونذر إنا أرسلنا عليهم صيحة واحدة فكانوا كهشيم المحتظر
Kaum Samud-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata: "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?

Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila" Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.

Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.
(QS. Al Qamar [54]:23-31)

Kelima.
Nabi Lut juga didustakan kaumnya. Berulang kali dia memperingatkan kaumnya agar bertakwa kepada Allah dan meninggalkan perbuatan keji, melakukan homoseks, namun mereka tetap tidak menghiraukannya. Maka Allah memerintahkan Lut dan keluarganya meninggalkan Sodom karena mereka akan diazab dengan siksa yang membinasakan mereka.

Allah SWT berfirman:
كذبت قوم لوط بالنذر إنا أرسلنا عليهم حاصبا إلا ءال لوط نجيناهم بسحر
Kaum Lut-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka) kecuali keluarga Lut. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing.
(QS. Al Qamar [54]:33-34)

Keenam.
Ashabul Aikah.
Mereka ini kaum Nabi Syuaib, yang juga mendustakan Nabinya. Nabi Syuaib mengajak mereka agar menyembah Allah Yang Maha Esa, melarang mempersekutukan-Nya dan mengurangi timbangan. Tetapi kaumnya bukan saja menolak seruan itu, bahkan mereka bersekutu menentangnya. Itulah sebabnya maka mereka dibinasakan dengan kilat yang menyambar mereka dalam keadaan gelap gulita.

Allah SWT berfirman:
فأسقط علينا كسفا من السماء إن كنت من الصادقين قال ربي أعلم بما تعملون فكذبوه فأخذهم عذاب يوم الظلة إنه كان عذاب يوم عظيم
Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit jika kamu termasuk orang-orang yang benar. Syuaib berkata: "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan, kemudian mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.
(QS. As Syu'ara [26]:187,188,189)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Telah mendustakan pula sebelum mereka itu kaum Nuh) lafal Qaum dianggap sebagai muannats karena ditinjau dari segi maknanya (Ad dan Firaun yang mempunyai patok yang banyak) disebutkan bahwa Firaun selalu mematok atau memasung setiap orang yang menentangnya, lalu kedua kaki dan tangan orang yang menentangnya itu diikatkan pada empat patok, kemudian disiksa. Oleh karenanya ia dijuluki sebagai Dzul Autaad.
««•»»
Before them the people of Noah denied (the inflection of [the verb kadhdabat, ‘denied’, that is governed by] qawmu, ‘people’, is in the feminine person because of the [implicit] sense), and [so did those of] ‘Ād and Pharaoh, he of the stakes — he used to fix four stakes for the person who incurred his wrath and tie to these [stakes] that person’s hands and feet and then torture him —
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar