««•»»جُنْدٌ مَا هُنَالِكَ مَهْزُومٌ مِنَ الْأَحْزَابِ
««•»»
jundun maa hunaalika mahzuumun mina al-ahzaabi
««•»»
Suatu tentara yang besar yang berada disana dari golongan- golongan yang berserikat, pasti akan dikalahkan {1299}.
{1299} Ayat ini menceritakan peperangan Khandak dimana terdapat tentara yang terdiri dari beberapa golongan Yaitu golongan kaum musyrikin,Yahudi dan beberapa kabilah Arab yang menyerang kaum muslimin di Madinah. peperangan ini berakhir dengan kocar-kacirnya tentara mereka. sebahagian ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud di sini ialah peperangan Badar.
««•»»[They are but] a routed host out there, from among the factions.[1]
[1] A prophesy of the defeat of the Makkan army at Badr (see Ṭabarī and Ṭabrisī). Or ‘from among the confederates,’ that is, of Satan (cf.35:6,58:19).
««•»»Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa keadaan orang-orang musyrik Quraisy yang mendustakan kerasulan Muhammad dan mengingkari agama tauhid laksana bala tentara yang besar, yang merupakan gabungan dari kesatuan-kesatuan tentara. Bala tentara yang bersekutu bergerak untuk menghancurkan kaum Muslimin itu pasti dapat dikalahkan, karena landasan perjuangan mereka tidak didasarkan pada keyakinan yang kokoh, akan tetapi hanyalah karena hasad dan sombong.
Peristiwa seperti digambarkan dalam ayat ini bukanlah terjadi pada saat diturunkannya ayat, karena pada saat itu kaum Muslimin belum mempunyai tentara, jumlah pengikutnyapun masih sedikit, dan belum ada tanda-tanda untuk menyusun kekuatan yang dapat mengalahkan bala tentara gabungan seperti digambarkan dalam ayat. Akan tetapi peristiwa itu baru terjadi pada saat terjadinya perang Badar, di mana kaum musyrikin yang jumlahnya berlipat ganda melebihi kaum Muslimin dapat dikalahkan alas bantuan Allah.
Penjelasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang terdapat dalam ayat ini termasuk salah satu di antara mukjizat Nabi dan sekaligus sebagai tanda kebenaran wahyu yang diterimanya bahwa wahyu itu benar-benar dari Allah bukan buatan Muhammad.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Suatu tentara) maksudnya, suatu pasukan yang hina (di sana) yang telah mendustakanmu (pasti dikalahkan) menjadi sifat bagi lafal Jundun, sekalipun mereka terdiri (dari golongan-golongan yang bersekutu) lafal ayat ini menjadi sifat pula bagi lafal Jundun. Yakni suatu pasukan yang sama dengan pasukan-pasukan yang berserikat sebelum kamu yang memerangi para nabi. Pasukan-pasukan dahulu itu dapat dikalahkan dan dibinasakan, maka demikian pula mereka yang bersekutu untuk menghancurkanmu akan Kami binasakan pula.
««•»»
A routed (mahzūmun is an adjectival qualification of jundun, ‘host’) host [is all that they are], in other words, they are [nothing but] a despicable host, nothing more — in their denial of you — from among the factions (mina’l-ahzābi, also an adjectival qualification of jundun) in other words, [they are] like those hosts of factions who were in confederation against prophets before you: these were defeated and destroyed, and likewise We shall destroy these [people].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 10]•[AYAT 12]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#38:11

Tidak ada komentar:
Posting Komentar