««•»»إِنّا سَخَّرنَا الجِبالَ مَعَهُ يُسَبِّحنَ بِالعَشِيِّ وَالإِشراقِ
««•»»
innaa sakhkharnaa aljibaala ma'ahu yusabbihna bial'asyiyyi waal-isyraaqi
««•»»
Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi,
««•»»
Indeed We disposed the mountains to glorify [Allah] with him at evening and dawn,
««•»»
Di dalam ayat 18 sd/ 20 ini, Allah SWT menyebutkan beberapa kenikmatan yang telah diberikan kepada Daud.
Pertama
Bahwa sebenarnya Allah SWT telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih, memahasucikan Allah bersama-sama Daud di waktu petang dan pagi. Ungkapan seperti ini mengandung pengertian bahwa Nabi Daud selalu taat beribadah kepada Allah. Dia selalu bertasbih, memuji kebesaran-Nya pagi dan petang, Allah SWT menyamakan ketaatan Daud ini dengan ketaatan gunung-gunung bertasbih, adalah menunjukkan betapa dalam taatnya Nabi Daud itu. Adapun tentang taatnya gunung bertasbih itu adalah dalam kenyataan bahwa gunung-gunung itu mengikuti Sunah Allah yang tidak berubah-ubah, yang sudah barang tentu lain dengan taatnya manusia.
Allah SWT berfirman:
وإن من شيء إلا يسبح بحمده ولكن لا تفقهون تسبيحهم
Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.
(QS. Al Israa' [17]:44)
Apabila seseorang memperhatikan dengan cermat akan arti dan kegunaan gunung itu diciptakan untuk manusia, serta memperhatikan pula fungsinya sebaik-baiknya, maka ia akan mengetahui bahwa gunung itu merupakan salah satu penyebab turunnya hujan, yang memberi kehidupan pada manusia, sebagai penyimpan air di musim penghujan, dan dialirkannya di musim kemarau, mineral yang dimuntahkannya menjadi penyubur tanah pertanian mereka. Demikian pula dalam perutnya terdapat segala macam tambang yang sangat perlu untuk kepentingan perlengkapan hidupnya. Gunung-gunung itu menunaikan tugasnya sebaik-baiknya dan tidak pernah keluar dari ketentuan yang berlaku.
Kemudian dalam ayat berikutnya Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menundukkan pula burung-burung yang sedang bertasbih kepada Allah dan ikut pula bertasbih bersama dia. Ungkapan serupa ini mengandung pengertian betapa indahnya suara Nabi Daud pada saat membaca kitab Zabur, sehingga seolah-olah getaran suaranya dapat menawan burung-burung yang sedang beterbangan di angkasa. Digambarkanlah seolah-olah burung-burung yang sedang terbang itu terhenti di udara karena mendengar suara Nabi Daud yang sedang bertasbih, dan ikut pula bertasbih bersama-sama dengannya.
Tasbihnya burung-burung tidaklah sama dengan tasbihnya manusia. Burung-burung mempunyai cara tersendiri di dalam menyatakan keagungan Allah.
Sesudah itu Allah SWT menegaskan bahwa masing-masing makhluk yang disebutkan tadi, yaitu gunung dan burung tunduk, takluk dan jinak patuh pada ketentuan Allah untuk kepentingan umat manusia.
Di dalam ayat ini terdapat sindiran bagi orang-orang musyrik Quraisy, bahwa apabila gunung dan burung yang diciptakan tidak berakal itu selalu menaati ketentuan-ketentuan Allah, maka seharusnyalah mereka yang diciptakan sebagai makhluk yang lebih sempurna dan dilengkapi dengan akal lebih taat kepada hukum-hukum Allah. Dan apabila terjadi sebaliknya, berarti terjadilah sesuatu yang tidak wajar pada diri mereka.
Ke·dua
Allah SWT telah menguatkan kerajaannya. Kuatnya kerajaan Daud karena jumlah bala tentaranya banyak, harta kekayaannya berlimpah ruah, pribadinya sangat disegani, kemahirannya dalam mengatur siasat perang sangat mengagumkan sehingga selalu meraih kemenangan.
Ke·tiga
Allah SWT telah menganugerahkan kepadanya hikmah. Dimaksud hikmah dalam ayat ini adalah: kenabian kesempurnaan ilmu, dan ketelitian dalam melaksanakan amal perbuatan.
Di antara ilmu pengetahuan yang diberikan Allah kepada Daud ialah seperti disebutkan dalam firman Allah:
وألنا له الحديد أن اعمل سابغات وقدر في السرد واعملوا صالحا إني بما تعملون بصير
Dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.
(QS. Saba [34]:10-11)
Sedang yang dimaksud ketelitiannya dalam melaksanakan amal perbuatan ialah dia tidak mau memulai sesuatu perbuatan, terkecuali ia mengetahui sebab apa dan untuk apa amal perbuatan itu dilakukan.
Ke·empat
Allah SWT juga telah menganugerahkan kepadanya kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan. Dalam menyelesaikan persengketaan ia selalu memeriksa pihak-pihak berdasarkan bukti-bukti yang meyakinkan jauh dari sifat-sifat berat sebelah, dan bersih dari pengaruh hawa nafsu. Untuk mencari keyakinan yang sebenar-benarnya yang dapat dijadikan landasan yang tepat dalam memutuskan perkara memerlukan ilmu pengetahuan yang luas, sikap yang lemah lembut, menguasai persoalan yang dipersengketakan, dan kesabaran yang kuat.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia di waktu petang) di waktu salat Isyak (dan pagi) di waktu salat Duha, yaitu di waktu matahari mencapai sepenggalah.
««•»»
Truly We disposed the mountains to glorify [God] with him, with the same glorification, at evening, at the time of the night prayer, and at sunrise, at the time of the morning prayer, which is when the sun has fully risen with its light extending everywhere.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 17]•[AYAT 19]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#38:18
Truly We disposed the mountains to glorify [God] with him, with the same glorification, at evening, at the time of the night prayer, and at sunrise, at the time of the morning prayer, which is when the sun has fully risen with its light extending everywhere.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 17]•[AYAT 19]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#38:18

Tidak ada komentar:
Posting Komentar