Kamis, 09 April 2015

[038] Shaad Ayat 008

««•»»
Surah Shaad 8

أَؤُنْزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِنْ بَيْنِنَا بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ مِنْ ذِكْرِي بَلْ لَمَّا يَذُوقُوا عَذَابِ
««•»»
aunzila 'alayhi aldzdzikru min bayninaa bal hum fii syakkin min dzikrii bal lammaa yadzuuquu 'adzaabi
««•»»
Mengapa Al Qur'an itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al Qur'an-Ku, dan sebenarnya mereka belum merasakan azab-Ku.
««•»»
Has the reminder been sent down to him out of [all of] us?’ Rather they are in doubt concerning My reminder. Rather they have not yet tasted My punishment.
««•»»

Kemudian Allah SWT menjelaskan pengingkaran orang-orang kafir Quraisy bahwa Muhammad diberi wahyu, padahal dia manusia biasa; menurut anggapan mereka yang pantas diangkat menjadi utusan ialah orang yang mempunyai-kemuliaan dan kepemimpinan yang melebihi mereka, padahal Muhammad tidak mempunyai sifat-sifat istimewa yang melebihi mereka. Oleh karena itu tidak mungkin Alquran itu diturunkan kepadanya, sedangkan di antara mereka masih ada orang-orang yang lebih mulia. dan lebih pantas memegang kepemimpinan.

Allah SWT berfirman:
وقالوا لولا نزل هذا القرءان على رجل من القريتين عظيم
Dan mereka berkata "Mengapa Alquran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Taif) ini".
(QS. Az Zukhruf: 31)

Mereka mengingkari wahyu dan kenabian Muhammad saw, karena menurut jalan pikiran mereka, seorang yang diutus menjadi Rasul itu seorang yang kaya raya dan berpengaruh. Mereka tidak menyadari bahwa Allah SWT berkuasa menentukan pilihan menurut kehendak-Nya yang di antaranya mengangkat hamba-Nya menjadi Nabi. Itulah sebabnya Allah SWT berkuasa mengangkat hamha-Nya menjadi Nabi di antara hamba-Nya menurut kehendak-Nya pula.

Allah SWT berfirman:
أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu ? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
(QS. Az Zukhruf: 32)

Di akhir ayat ini Allah SWT menjelaskan sebab-sebab mereka itu jauh dari kebenaran, yaitu hati mereka diselubungi keraguan yang tidak tertembusi oleh cahaya kebenaran Alquran, dan karena belum merasakan siksa Allah yang pedih.

Seandainya mereka mau memperhatikan tanda-tanda kebenaran wahyu yang diturunkan kepada Rasul-Nya, niscaya mereka mengakui kenabiannya, karena wahyu yang diterima itu telah cukup tanda kenabiannya, akan tetapi karena penyakit hasad dan dengki yang telah bersarang dalam dadanya maka mereka tidak mau menerima wahyu itu. Akhirnya mereka terjerumus dalam lembah keingkaran.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
ASBABUN NUZUL
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Ahmad, Tirmizi; dan Nasai mengetengahkan sebuah hadis, demikian pula Imam Hakim yang menilainya sebagi hadis yang sahih, mereka mengetengahkannya melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan bahwa ketika Abu Thalib sedang sakit, orang-orang Quraisy datang menjenguknya, dan datang pula menjenguknya Nabi saw.

Kemudian mereka mengadu kepada Abu Thalib tentang sikap Nabi saw. terhadap mereka. Kemudian Abu Thalib berkata, "Hai anak saudaraku! Apakah yang kamu kehendaki dari kaummu?"

Nabi saw. menjawab.
"Aku menghendaki supaya mereka mengucapkan suatu kalimat yang kelak akan dianut oleh semua bangsa Arab dan orang-orang 'Ajam membayar jizyah kepada orang-orang Arab".

Abu Thalib bertanya, "Kalimat apakah itu?"

Nabi saw. menjawab,
"Laa Ilaaha Illallaah (Tiada Tuhan selain Allah)".

Ketika itu juga orang-orang Quraisy berkata, "Satu Tuhan, sesungguhnya hal ini sangat aneh".

Maka Allah menurunkan firman-Nya berkenaan dengan perkataan mereka yang demikian itu, yaitu mulai dari firman-Nya,
"Shaad, demi Alquran..."
(QS. Shaad [38]:1)
sampai dengan firman-Nya,
"dan sebenarnya mereka belum merasakan azab-Ku..."
(QS. Shaad [38]:8)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mengapa telah diturunkan) dapat dibaca Tahqiq dapat pula dibaca Tas-hil (kepadanya) kepada Muhammad (peringatan) yakni kitab Alquran (di antara kita?) bukan diturunkan kepada orang yang tertua di antara kita atau orang yang paling terhormat di antara kita. Maksudnya, mengapa Alquran itu tidak diturunkan kepada orang yang paling tua atau orang yang paling terhormat di antara mereka. Lalu Allah berfirman, ("Sebenarnya mereka ragu terhadap Alquran-Ku) atau ragu terhadap wahyu-Ku, yaitu Alquran, karena mereka mendustakan rasul yang mendatangkannya (dan sebenarnya belumlah) artinya, belum lagi (mereka merasakan azab-Ku") seandainya mereka telah merasakannya niscaya mereka mau beriman kepada Nabi saw. tentang apa yang disampaikan olehnya dari sisi-Ku. Akan tetapi pada saat itu, yakni saat mereka merasakan azab-Ku, tidak ada gunanya lagi iman.
««•»»
Has the Remembrance, the Qur’ān, been revealed to him, Muhammad (s), out of [all of] us’, when he is neither the elder nor the noblest among us? In other words, it could not have been revealed to him (read a-unzila pronouncing both hamzas, or not pronouncing the second one, but in both cases inserting an intervening alif or without [this insertion]). God, exalted be He, says: Nay, but they are in doubt concerning My Remembrance, My revelation, that is, the Qur’ān, for they deny the one who has brought it. Nay, but they have not yet tasted My chastisement, and if they were to taste it, they would certainly believe the Prophet (s) in what he has brought — but then [in such a case] their belief [in the Prophet] would be of no benefit to them.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar