Rabu, 22 April 2015

[038] Shaad Ayat 017

««•»»
Surah Shaad 17

اصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُدَ ذَا الْأَيْدِ إِنَّهُ أَوَّابٌ
««•»»
ishbir 'alaa maa yaquuluuna waudzkur 'abdanaa daawuuda dzaa al-aydi innahu awwaabun
««•»»
Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan).
««•»»
Be patient over what they say, and remember Our servant, David, [the man] of strength. Indeed he was a penitent [soul].
««•»»

Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya agar tetap bersabar menghadapi apa saja yang dikatakan oleh kaum musyrikin, meskipun perkataan itu merupakan hinaan dan pendustaan. Hal serupa itu tidak Saja menimpa Rasulullah dan pengikut-pengikutnya, akan tetapi juga menimpa Nabi-nabi yang diutus sebelumnya. Bagi orang-orang yang beriman, pengingkaran dan penganiayaan yang. datang dari pihak musuh-musuh Allah, tidaklah mengurangi perjuangan mereka dalam menegakkan agama tauhid, bahkan menjadi pendorong untuk tetap mempertahankan kebenaran tauhid dan tetap berjuang menghancurkan kemusyrikan. Allah SWT juga memerintahkan kepada Rasulullah agar mengingatkan kaumnya akan kisah Nabi Daud yang memiliki kekuatan. Dimaksud kekuatan dalam ayat ini ialah kekuatan dalam menaati Allah dan kekuatan dalam memahami agama. Ketaatan kepada Allah dan pengetahuannya terhadap agama tergambar pada tindakannya yang selalu berjuang untuk melaksanakan amanat, menyebar luaskan seruan menganut agama tauhid, tanpa menampakkan kelemahan sedikitpun.

Nabi Daud terkenal sebagai Nabi yang paling kuat beribadah. la menggunakan waktunya sepertiga malam untuk salat, dan selang sehari ia berpuasa.

Mengenai ketaatan Daud kepada Tuhannya lebih jauh dijelaskan dalam beberapa hadis sebagai berikut:
أحب الصلاة إلى الله تعالى داود وأحب الصيام إلى الله عز وجل صيام داود, كان ينام نصف الليل ويقوم ثلثه وينام سدسه وكان يصوم يوما ويفطر يوما, ولا يفر إذا لاقى وإنه كان أوابا
Salat yang paling dicintai Allah Taala ialah salat Daud, dan puasa yang paling dicintai Allah `Azza wa Jalla ialah puasa Daud. Dia tidur separuh malam, dan melakukan salat sepertiganya, lalu tidur lagi seperenamnya. Dia berpuasa selang sehari. Dan dia tidak lari apabila bertemu musuh. Dan memang sebenarnyalah dia amat taat kepada Tuhan.
(H.R. Bukhari Muslim)

Dari riwayat ini dapatlah dipahami bahwa Nabi Daud as dalam segala urusan selalu mengembalikannya kepada Allah. Dan apabila ia merasa bersalah, atau terlintas dalam hatinya ada kesalahan pada dirinya, maka ia selalu meminta ampun kepada Allah.

Imam Bukhari meriwayatkan dalam bab Tarikh Daud dari Abi Darda' yang menyatakan:
كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا ذكر داود وحدث عنه قال: كان أعبد البشر.
Apabila Nabi (Muhammad) saw menyebutkan Daud, atau membicarakan tentang dia maka beliau memberikan sifat bahwa ia adalah manusia yang paling banyak ibadahnya.

Imam Ad Dailamy meriwayatkan dari Ibnu Umar yang menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:
لا ينبغي لأحد أن يقول: إني أعبد من داود
Tidak patut bagi seseorang mengatakan bahwa saya lebih banyak beribadah dari Nabi Daud.

Riwayat-riwayat tersebut menunjukkan bahwa Nabi Daud adalah Nabi yang amat taat kepada Allah, sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT pada akhir ayat yang ditafsirkan ini.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Allah swt. berfirman, ("Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan) dalam beribadah; tersebutlah bahwa dia sepanjang tahun selalu berpuasa sehari dan berbuka sehari; bangun pada tengah malam untuk melakukan salat, kemudian tidur selama sepertiga malam dan seperenam malam harinya lagi ia gunakan untuk salat (sesungguhnya dia amat taat) yakni selalu mengerjakan hal-hal yang menjadi keridaan Allah swt.
««•»»
God, exalted be He, says: Bear patiently what they say and remember Our servant David, the one of fortitude, that is to say, [the one] of fortitude in worship: he used to fast every other day and keep vigil for half the night, sleep for a third and then keep vigil for the [last] sixth. Indeed he was a penitent [soul], always returning to what pleases God.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 16][AYAT 18]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:17

[038] Shaad Ayat 016

««•»»
Surah Shaad 16

وَقَالُوا رَبَّنَا عَجِّلْ لَنَا قِطَّنَا قَبْلَ يَوْمِ الْحِسَابِ
««•»»
waqaaluu rabbanaa 'ajjil lanaa qiththhanaa qabla yawmi alhisaabi
««•»»
Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari berhisab".
««•»»
And they say, "Our Lord, hasten for us our share [of the punishment] before the Day of Account"
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT mengungkapkan keingkaran orang-orang kafir Quraisy terhadap azab yang diancamkan kepada mereka.

Mereka memperolok-olokkan Rasulullah setelah mendengar bahwa azab yang diancamkan kepada mereka itu ialah azab di Hari Kiamat. Mereka meminta kepada Allah agar azab yang diancamkan kepada mereka itu seperti dikatakan oleh Rasulullah, agar dipercepat datangnya dan tidak perlu ditunggu hingga tibanya hari hisab.

Dimaksud dengan hari berhisab ialah hari diperiksanya setiap amal seseorang dengan pemeriksaan yang teliti agar mendapat balasan yang sesuai dengan amalnya. Kemudian disebutkannya hari berhisab dalam ayat ini. Hari hisab itu terjadinya didahului oleh terjadinya teriakan keras yang membinasakan seluruh kehidupan pada Hari Kiamat.

Allah SWT berfirman:
وإذ قالوا اللهم إن كان هذا هو الحق من عندك فأمطر علينا حجارة من السماء أو ائتنا بعذاب أليم
Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: "Ya Allah, jika betul (Alquran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.
(QS. Al Anfaal [8]:32)

Menurut riwayat Imam An Nasai dari Ibnu Abbas, bahwa orang yang meminta agar siksa Allah disegerakan datangnya itu ialah An Nadir bin Kaldah. Kemudian An Nidir ini mati terbunuh dalam perang Badar.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan mereka berkata) sewaktu Allah menurunkan firman-Nya,
"Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya..."
(Q.S. Al-Haqqah, 19)

("Ya Rabb kami! Segerakanlah untuk kami catatan amal kami) yakni kitab catatan amal kami (sebelum hari berhisab") mereka mengatakan hal ini dengan nada yang sinis dan mengejek.

««•»»
And they said — after the following [verse] was revealed, As for him who is given his book in his right hand … to the end [of the verse, Q. 69:19] — ‘Our Lord, hasten on for us the record of our deeds before the Day of Reckoning’ — they said this mockingly.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:16

[038] Shaad Ayat 015

««•»»
Surah Shaad 15

وَمَا يَنْظُرُ هَؤُلَاءِ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً مَا لَهَا مِنْ فَوَاقٍ
««•»»
wamaa yanzhuru haaulaa-i illaa shayhatan waahidatan maa lahaa min fawaaqin
««•»»
Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang  {1301}.
{1301} Satu teriakan itu ialah untuk tanda hari kiamat dan teriakan ini Amat keras dan cepat.
««•»»
And these [disbelievers] await not but one blast [of the Horn]; for it there will be no delay.
««•»»

Kemudian Allah SWT mengancam kaum musyrik Quraisy yang tidak mau merubah keingkarannya kepada Rasul, dengan ancaman berupa teriakan yang amat keras dan cepat, sebagai tanda tibanya Hari Kiamat yang membinasakan. Pada saat itu mereka tidak mempunyai kesempatan untuk mengelakkan diri mereka dari kebinasaan yang datang secara tiba-tiba dan tidak berselang sesaatpun.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Tiadalah yang ditunggu-tunggu) yang dinantikan (oleh mereka) oleh orang-orang kafir Mekah. (melainkan hanya satu teriakan) yaitu tiupan sangkakala untuk kiamat yang saat itu mereka ditimpa oleh azab (yang tidak ada bagi mereka saat berselang) maksudnya, sesudah itu tidak akan ada saat hidup kembali seperti di dunia. Lafal Fawaaqin dapat pula dibaca Fuwaaqin.
««•»»
And these, that is, the disbelievers of Mecca, do not await but a single Cry, namely, the Blast of the Resurrection that will herald chastisement for them, for which there will be no revoking (read fawāq or fuwāq).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:15

Jumat, 10 April 2015

[038] Shaad Ayat 014

««•»»
Surah Shaad 14

إِنْ كُلٌّ إِلَّا كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ
««•»»
in kullun illaa kadzdzaba alrrusula fahaqqa 'iqaabi
««•»»
Semua mereka itu tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah (bagi mereka) azab-Ku.
««•»»
Each of them denied the messengers, so My penalty was justified.
««•»»

Sesudah itu Allah SWT menjelaskan sebab-sebab mereka mendapat siksa dan mengalami kehancuran, yaitu karena umat-umat terdahulu itu mendustakan seruan Rasul-rasul Allah, maka sepantasnyalah mereka mendapat siksa dan mengalami kehancuran.

Kisah-kisah umat yang lalu itu dikemukakan kepada kaum musyrik Quraisy sebagai peringatan kepada mereka agar menginsafi dan suka merubah sikap mereka yang mendustakan seruan Rasul dan sebaliknya menjadi umat yang taat dan menerima seruannya.

Juga kisah itu menjadi hiburan dan dorongan kepada kaum mukminin agar tahan dan tabah menghadapi siksaan dan penghinaan musuh-musuh Allah, serta menjadi suri teladan kepada mereka bahwa perjuangan membela agama tauhid tentu mendapat pertolongan dan pasti berakhir dengan kemenangan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Tidak lain) tiada lain (semuanya) artinya masing-masing dari golongan-golongan yang bersekutu itu (hanyalah mendustakan rasul-rasul) karena mereka telah mendustakan salah seorang dari rasul-rasul itu, ini berarti sama saja dengan mendustakan semua rasul-rasul, karena sesungguhnya seruan dan ajaran mereka satu, yaitu menyeru kepada ajaran tauhid (maka pastilah) wajiblah bagi mereka (azab-Ku).
««•»»
Each one, of the factions, did not but deny the messengers, for when they deny one, they have [in effect] denied them all, since their call [to God] is [the same] one, namely, the call to [affirmation of] His Oneness. So My retribution was justified, [it was] necessary.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:14

[038] Shaad Ayat 013

««•»»
Surah Shaad 13

وَثَمودُ وَقَومُ لوطٍ وَأَصحابُ الأَيكَةِ ۚ أُولٰئِكَ الأَحزابُ
««•»»
watsamuudu waqawmu luuthin wa-ash-haabu al-aykati ulaa-ika al-ahzaabu
««•»»
Dan Tsamud, kaum Luth dan penduduk Aikah {1300}. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul).
{1300} Yang dimaksud dengan penduduk Aikah ialah penduduk Mad-yan Yaitu kaum Nabi Syu`aib a.s.
««•»»
and Thamūd, and the people of Lot, and the inhabitants of Aykah:[Cf. 15:78] those were the factions.
««•»»

Dalam kedua ayat ini Allah SWT menjelaskan enam kaum yang mendustakan Rasul-rasul Allah, serta akibat yang mereka derita, dengan maksud agar menjadi pelajaran bagi kaum musyrik Quraisy, sehingga mereka terlepas dari kesesatan, dan mau menerima tuntunan hidayah.

Pertama.
Kaum Nuh yang menuduh Nabi Nuh as telah memberikan nasihat-nasihat dan peringatan yang dibuat-buat, oleh karena itu mereka memperolok-olokkannya, bahkan mengatakannya gila. Meskipun Nabi Nuh telah berulang kali menyeru kepada mereka dengan lemah lembut agar mereka beragama tauhid tetapi tantangan mereka tidak berkurang juga, bahkan bertambah-tambah, akhirnya sampailah Nabi Nuh pada keputusan untuk berlindung dan berdoa kepada Allah:

Firman Allah:
وقال نوح رب لا تذر على الأرض من الكافرين ديارا إنك إن تذرهم يضلوا عبادك ولا يلدوا إلا فاجرا كفارا
Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan,: seorangpun di antara orang-orang kafir itu linggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir".
(QS. Nuh [71]:26-27)

Kemudian setelah kaum Nuh itu tetap juga mendustakan seruan Nuh, dan tenggelam dalam kesesatan, Allah SWT membinasakan mereka dengan perantaraan badai dan topan sebagai balasan dari kejahatan yang mereka lakukan. Akan tetapi Nuh dan pengikut-pengikut setianya diselamatkan Allah dari siksaan itu.

Allah SWT Berfirman:
ففتحنا أبواب السماء بماء منهمر وفجرنا الأرض عيونا فالتقى الماء على أمر قد قدر وحملناه على ذات ألواح ودسر تجري بأعيننا جزاء لمن كان كفر
Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkat Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari(Nuh).
(QS. Al Qamar [54]:11-14)

Kedua.
Kaum `Ad mendustakan seruan Hud yang mengajak mereka menyembah Allah Yang Maha Esa dan meninggalkan sembahan-sembahan yang mereka persekutukan dengan Allah. Akan tetapi kaum `Ad menentang seruan itu bahkan mereka memperolok-olokkan Hud dan mengatakannya gila. Itulah sebabnya mereka dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi kencang.

Allah SWT berfirman:
وأما عاد فأهلكوا بريح صرصر عاتية سخرها عليهم سبع ليال وثمانية أيام حسوما فترى القوم فيها صرعى كأنهم أعجاز نخل خاوية فهل ترى لهم من باقية
Adapun kaum `Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang. Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum `Ad pada waktu itu mati bergelimpangan, seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka.
(QS. Al Haqqah [69]:6-8)

Ketiga.
Firaun yang mempunyai bala tentara yang besar. Allah SWT telah mengutus Musa as kepada Firaun dan pengikut-pengikutnya agar menghentikan kesesatannya dan menyembah Allah Yang Maha Esa.

Kebenaran seruan Musa itu dikuatkan pula dengan mukjizat. Akan tetapi Firaun dan pengikut-pengikutnya tetap berkeras hati menolak seruan Musa, bahkan bersikap sombong dan menghinanya dengan menyatakan bahwa dialah tuhan yang maha tinggi.

Maka Allah SWT memerintahkan Musa untuk mengungsikan kaumnya agar selamat dari kekejaman Firaun. Dengan itu selamatlah Musa dan kaum Bani Israel dari pengejaran Firaun sedang dia dengan bala tentaranya tenggelam ditelan gelombang laut.

Allah SWT berfirman:
وجاوزنا ببني إسرائيل البحر فأتبعهم فرعون وجنوده بغيا وعدوا حتى إذا أدركه الغرق قال ءامنت أنه لا إله إلا الذي ءامنت به بنو إسرائيل وأنا من المسلمين آلآن وقد عصيت قبل وكنت من المفسدين فاليوم ننجيك ببدنك لتكون لمن خلفك ءاية وإن كثيرا من الناس عن ءاياتنا لغافلون
Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga ketika Firaun itu telah hampir tenggelam, berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel; dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. "Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu, supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.
(QS. Yunus [10]:90,91,92)

Keempat.
Kaum Samud mendustakan seruan Nabi Saleh yang diutus untuk mereka. Mereka telah berbuat kesalahan yang melampaui batas. Mereka telah menyembelih unta yang disuruh untuk dipelihara. Sebagai balasan atas kedurhakaan mereka, Allah telah menimpakan suara keras yang mengguntur, hingga mereka musnah seperti rumput-rumput kering.

Allah SWT berfirman:
كذبت ثمود بالنذر فقالوا أبشرا منا واحدا نتبعه إنا إذا لفي ضلال وسعر أؤلقي الذكر عليه من بيننا بل هو كذاب أشر سيعلمون غدا من الكذاب الأشر إنا مرسلو الناقة فتنة لهم فارتقبهم واصطبر ونبئهم أن الماء قسمة بينهم كل شرب محتضر فنادوا صاحبهم فتعاطى فعقر فكيف كان عذابي ونذر إنا أرسلنا عليهم صيحة واحدة فكانوا كهشيم المحتظر
Kaum Samud-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata: "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?

Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila" Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.

Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.
(QS. Al Qamar [54]:23-31)

Kelima.
Nabi Lut juga didustakan kaumnya. Berulang kali dia memperingatkan kaumnya agar bertakwa kepada Allah dan meninggalkan perbuatan keji, melakukan homoseks, namun mereka tetap tidak menghiraukannya. Maka Allah memerintahkan Lut dan keluarganya meninggalkan Sodom karena mereka akan diazab dengan siksa yang membinasakan mereka.

Allah SWT berfirman:
كذبت قوم لوط بالنذر إنا أرسلنا عليهم حاصبا إلا ءال لوط نجيناهم بسحر
Kaum Lut-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka) kecuali keluarga Lut. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing.
(QS. Al Qamar [54]:33-34)

Keenam.
Ashabul Aikah.
Mereka ini kaum Nabi Syuaib, yang juga mendustakan Nabinya. Nabi Syuaib mengajak mereka agar menyembah Allah Yang Maha Esa, melarang mempersekutukan-Nya dan mengurangi timbangan. Tetapi kaumnya bukan saja menolak seruan itu, bahkan mereka bersekutu menentangnya. Itulah sebabnya maka mereka dibinasakan dengan kilat yang menyambar mereka dalam keadaan gelap gulita.

Allah SWT berfirman:
فأسقط علينا كسفا من السماء إن كنت من الصادقين قال ربي أعلم بما تعملون فكذبوه فأخذهم عذاب يوم الظلة إنه كان عذاب يوم عظيم
Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit jika kamu termasuk orang-orang yang benar. Syuaib berkata: "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan, kemudian mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.
(QS. As Syu'ara [26]:187,188,189)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Tsamud, kaum Luth dan penduduk Aikah) yakni penduduk kota Al-Ghidhah, mereka adalah kaum Nabi Syuaib a.s. (Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu menentang rasul-rasul).
««•»»
and Thamūd and the people of Lot and the dwellers in the wood, a small forest, namely, the people of Shu‘ayb, peace be upon him — those were the factions.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:13

[038] Shaad Ayat 012

««•»»
Surah Shaad 12

كَذَّبَت قَبلَهُم قَومُ نوحٍ وَعادٌ وَفِرعَونُ ذُو الأَوتادِ
««•»»
kadzdzabat qablahum qawmu nuuhin wa'aadun wafir'awnu dzuu al-awtaadi
««•»»
Telah mendustakan (rasul-rasul pula) sebelum mereka itu kaum Nuh, 'Aad, Fir'aun yang mempunyai tentara yang banyak,
««•»»
Before them Noah’s people impugned [their apostle] and [so did the people of] ʿĀd, and Pharaoh, the Impaler1 [of his victims],
[1] Lit.: ‘the one of stakes.’ According to several traditions, Pharaoh used to torture and execute his victims by piercing their bodies with stakes, or awtād (see Biḥār al-anwār, vol. 13, p. 136, from ʿIlal al-Sharāyiʿ, p. 161; vol. 71, p. 13; vol. 75, p. 403). Hence the epithet ‘dhiʾl-awtād,’ which occurs twice in the Qurʾān with reference to Pharaoh, refers to him as one who used to impale his victims. Other alternate explanations have been suggested for this epithet by the commentators, but they are not convincing.
««•»»

Dalam ayat 12 dan ayat 13 ini Allah SWT menjelaskan enam kaum yang mendustakan Rasul-rasul Allah, serta akibat yang mereka derita, dengan maksud agar menjadi pelajaran bagi kaum musyrik Quraisy, sehingga mereka terlepas dari kesesatan, dan mau menerima tuntunan hidayah.

Pertama.
Kaum Nuh yang menuduh Nabi Nuh as telah memberikan nasihat-nasihat dan peringatan yang dibuat-buat, oleh karena itu mereka memperolok-olokkannya, bahkan mengatakannya gila. Meskipun Nabi Nuh telah berulang kali menyeru kepada mereka dengan lemah lembut agar mereka beragama tauhid tetapi tantangan mereka tidak berkurang juga, bahkan bertambah-tambah, akhirnya sampailah Nabi Nuh pada keputusan untuk berlindung dan berdoa kepada Allah:

Firman Allah:
وقال نوح رب لا تذر على الأرض من الكافرين ديارا إنك إن تذرهم يضلوا عبادك ولا يلدوا إلا فاجرا كفارا
Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan,: seorangpun di antara orang-orang kafir itu linggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir".
(QS. Nuh [71]:26-27)

Kemudian setelah kaum Nuh itu tetap juga mendustakan seruan Nuh, dan tenggelam dalam kesesatan, Allah SWT membinasakan mereka dengan perantaraan badai dan topan sebagai balasan dari kejahatan yang mereka lakukan. Akan tetapi Nuh dan pengikut-pengikut setianya diselamatkan Allah dari siksaan itu.

Allah SWT Berfirman:
ففتحنا أبواب السماء بماء منهمر وفجرنا الأرض عيونا فالتقى الماء على أمر قد قدر وحملناه على ذات ألواح ودسر تجري بأعيننا جزاء لمن كان كفر
Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkat Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari(Nuh).
(QS. Al Qamar [54]:11-14)

Kedua.
Kaum `Ad mendustakan seruan Hud yang mengajak mereka menyembah Allah Yang Maha Esa dan meninggalkan sembahan-sembahan yang mereka persekutukan dengan Allah. Akan tetapi kaum `Ad menentang seruan itu bahkan mereka memperolok-olokkan Hud dan mengatakannya gila. Itulah sebabnya mereka dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi kencang.

Allah SWT berfirman:
وأما عاد فأهلكوا بريح صرصر عاتية سخرها عليهم سبع ليال وثمانية أيام حسوما فترى القوم فيها صرعى كأنهم أعجاز نخل خاوية فهل ترى لهم من باقية
Adapun kaum `Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang. Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum `Ad pada waktu itu mati bergelimpangan, seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka.
(QS. Al Haqqah [69]:6-8)

Ketiga.
Firaun yang mempunyai bala tentara yang besar. Allah SWT telah mengutus Musa as kepada Firaun dan pengikut-pengikutnya agar menghentikan kesesatannya dan menyembah Allah Yang Maha Esa.

Kebenaran seruan Musa itu dikuatkan pula dengan mukjizat. Akan tetapi Firaun dan pengikut-pengikutnya tetap berkeras hati menolak seruan Musa, bahkan bersikap sombong dan menghinanya dengan menyatakan bahwa dialah tuhan yang maha tinggi.

Maka Allah SWT memerintahkan Musa untuk mengungsikan kaumnya agar selamat dari kekejaman Firaun. Dengan itu selamatlah Musa dan kaum Bani Israel dari pengejaran Firaun sedang dia dengan bala tentaranya tenggelam ditelan gelombang laut.

Allah SWT berfirman:
وجاوزنا ببني إسرائيل البحر فأتبعهم فرعون وجنوده بغيا وعدوا حتى إذا أدركه الغرق قال ءامنت أنه لا إله إلا الذي ءامنت به بنو إسرائيل وأنا من المسلمين آلآن وقد عصيت قبل وكنت من المفسدين فاليوم ننجيك ببدنك لتكون لمن خلفك ءاية وإن كثيرا من الناس عن ءاياتنا لغافلون
Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga ketika Firaun itu telah hampir tenggelam, berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel; dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. "Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu, supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.
(QS. Yunus [10]:90,91,92)

Keempat.
Kaum Samud mendustakan seruan Nabi Saleh yang diutus untuk mereka. Mereka telah berbuat kesalahan yang melampaui batas. Mereka telah menyembelih unta yang disuruh untuk dipelihara. Sebagai balasan atas kedurhakaan mereka, Allah telah menimpakan suara keras yang mengguntur, hingga mereka musnah seperti rumput-rumput kering.

Allah SWT berfirman:
كذبت ثمود بالنذر فقالوا أبشرا منا واحدا نتبعه إنا إذا لفي ضلال وسعر أؤلقي الذكر عليه من بيننا بل هو كذاب أشر سيعلمون غدا من الكذاب الأشر إنا مرسلو الناقة فتنة لهم فارتقبهم واصطبر ونبئهم أن الماء قسمة بينهم كل شرب محتضر فنادوا صاحبهم فتعاطى فعقر فكيف كان عذابي ونذر إنا أرسلنا عليهم صيحة واحدة فكانوا كهشيم المحتظر
Kaum Samud-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata: "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?

Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila" Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.

Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.
(QS. Al Qamar [54]:23-31)

Kelima.
Nabi Lut juga didustakan kaumnya. Berulang kali dia memperingatkan kaumnya agar bertakwa kepada Allah dan meninggalkan perbuatan keji, melakukan homoseks, namun mereka tetap tidak menghiraukannya. Maka Allah memerintahkan Lut dan keluarganya meninggalkan Sodom karena mereka akan diazab dengan siksa yang membinasakan mereka.

Allah SWT berfirman:
كذبت قوم لوط بالنذر إنا أرسلنا عليهم حاصبا إلا ءال لوط نجيناهم بسحر
Kaum Lut-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka) kecuali keluarga Lut. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing.
(QS. Al Qamar [54]:33-34)

Keenam.
Ashabul Aikah.
Mereka ini kaum Nabi Syuaib, yang juga mendustakan Nabinya. Nabi Syuaib mengajak mereka agar menyembah Allah Yang Maha Esa, melarang mempersekutukan-Nya dan mengurangi timbangan. Tetapi kaumnya bukan saja menolak seruan itu, bahkan mereka bersekutu menentangnya. Itulah sebabnya maka mereka dibinasakan dengan kilat yang menyambar mereka dalam keadaan gelap gulita.

Allah SWT berfirman:
فأسقط علينا كسفا من السماء إن كنت من الصادقين قال ربي أعلم بما تعملون فكذبوه فأخذهم عذاب يوم الظلة إنه كان عذاب يوم عظيم
Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit jika kamu termasuk orang-orang yang benar. Syuaib berkata: "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan, kemudian mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.
(QS. As Syu'ara [26]:187,188,189)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Telah mendustakan pula sebelum mereka itu kaum Nuh) lafal Qaum dianggap sebagai muannats karena ditinjau dari segi maknanya (Ad dan Firaun yang mempunyai patok yang banyak) disebutkan bahwa Firaun selalu mematok atau memasung setiap orang yang menentangnya, lalu kedua kaki dan tangan orang yang menentangnya itu diikatkan pada empat patok, kemudian disiksa. Oleh karenanya ia dijuluki sebagai Dzul Autaad.
««•»»
Before them the people of Noah denied (the inflection of [the verb kadhdabat, ‘denied’, that is governed by] qawmu, ‘people’, is in the feminine person because of the [implicit] sense), and [so did those of] ‘Ād and Pharaoh, he of the stakes — he used to fix four stakes for the person who incurred his wrath and tie to these [stakes] that person’s hands and feet and then torture him —
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:12

[038] Shaad Ayat 011

««•»»
Surah Shaad 11

جُنْدٌ مَا هُنَالِكَ مَهْزُومٌ مِنَ الْأَحْزَابِ
««•»»
jundun maa hunaalika mahzuumun mina al-ahzaabi
««•»»
Suatu tentara yang besar yang berada disana dari golongan- golongan yang berserikat, pasti akan dikalahkan {1299}.
{1299} Ayat ini menceritakan peperangan Khandak dimana terdapat tentara yang terdiri dari beberapa golongan Yaitu golongan kaum musyrikin,Yahudi dan beberapa kabilah Arab yang menyerang kaum muslimin di Madinah. peperangan ini berakhir dengan kocar-kacirnya tentara mereka. sebahagian ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud di sini ialah peperangan Badar.
««•»»
[They are but] a routed host out there, from among the factions.[1]
[1] A prophesy of the defeat of the Makkan army at Badr (see Ṭabarī and Ṭabrisī). Or ‘from among the confederates,’ that is, of Satan (cf.35:6,58:19).
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa keadaan orang-orang musyrik Quraisy yang mendustakan kerasulan Muhammad dan mengingkari agama tauhid laksana bala tentara yang besar, yang merupakan gabungan dari kesatuan-kesatuan tentara. Bala tentara yang bersekutu bergerak untuk menghancurkan kaum Muslimin itu pasti dapat dikalahkan, karena landasan perjuangan mereka tidak didasarkan pada keyakinan yang kokoh, akan tetapi hanyalah karena hasad dan sombong.

Peristiwa seperti digambarkan dalam ayat ini bukanlah terjadi pada saat diturunkannya ayat, karena pada saat itu kaum Muslimin belum mempunyai tentara, jumlah pengikutnyapun masih sedikit, dan belum ada tanda-tanda untuk menyusun kekuatan yang dapat mengalahkan bala tentara gabungan seperti digambarkan dalam ayat. Akan tetapi peristiwa itu baru terjadi pada saat terjadinya perang Badar, di mana kaum musyrikin yang jumlahnya berlipat ganda melebihi kaum Muslimin dapat dikalahkan alas bantuan Allah.

Penjelasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang terdapat dalam ayat ini termasuk salah satu di antara mukjizat Nabi dan sekaligus sebagai tanda kebenaran wahyu yang diterimanya bahwa wahyu itu benar-benar dari Allah bukan buatan Muhammad.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Suatu tentara) maksudnya, suatu pasukan yang hina (di sana) yang telah mendustakanmu (pasti dikalahkan) menjadi sifat bagi lafal Jundun, sekalipun mereka terdiri (dari golongan-golongan yang bersekutu) lafal ayat ini menjadi sifat pula bagi lafal Jundun. Yakni suatu pasukan yang sama dengan pasukan-pasukan yang berserikat sebelum kamu yang memerangi para nabi. Pasukan-pasukan dahulu itu dapat dikalahkan dan dibinasakan, maka demikian pula mereka yang bersekutu untuk menghancurkanmu akan Kami binasakan pula.
««•»»
A routed (mahzūmun is an adjectival qualification of jundun, ‘host’) host [is all that they are], in other words, they are [nothing but] a despicable host, nothing more — in their denial of you — from among the factions (mina’l-ahzābi, also an adjectival qualification of jundun) in other words, [they are] like those hosts of factions who were in confederation against prophets before you: these were defeated and destroyed, and likewise We shall destroy these [people].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:11

[038] Shaad Ayat 010

««•»»
Surah Shaad 10

أَمْ لَهُمْ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَلْيَرْتَقُوا فِي الْأَسْبَابِ
««•»»
am lahum mulku alssamaawaati waal-ardhi wamaa baynahumaa falyartaquu fii al-asbaabi
««•»»
Atau apakah bagi mereka kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).
««•»»
Do they own the kingdom of the heavens and the earth and whatever is between them? [If so,] let them ascend [to the higher spheres] by the means[1] [of ascension].
[1] Or ‘let them ascend by the contrivances.’ Or ‘let them ascend by the ladder,’ or ‘let them ascend into the heavens.’
««•»»

Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menanyakan kepada orang-orang Quraisy atas sikapnya yang ingkar dan sombong. Pertanyaan ini mengandung cemoohan kepada mereka, karena memang mereka tidak mempunyai kekuasaan sedikitpun terhadap langit, bumi dan isi keduanya. Kalau mereka merasa tidak mempunyai kekuasaan sedikitpun di jagat raya, mestinya mereka juga tidak ikut campur menangani pengangkatan Rasul, yang termasuk urusan gaib, yang kekuasaannya berada pada yang Maha Perkasa dan Maha Agung.

Di akhir ayat Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya agar menantang mereka menaiki tangga-tangga ke langit, dan mencari daya upaya agar menghalang-halangi wahyu yang didatangkan kepada Rasul pilihan Allah. Maka sebenarnyalah mereka tidak akan mampu melakukannya. Dengan demikian maka jelaslah pengingkaran mereka kepada wahyu hanyalah karena sikap hasad.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Atau apakah bagi mereka kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya?) jika mereka menduga hal tersebut (maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga) yang dapat mengantarkan mereka ke langit, lalu mereka mengambil wahyu dan mendatangkannya, kemudian mereka memberikannya secara khusus kepada orang-orang yang mereka kehendaki. Istifham atau kata tanya pada kedua tempat itu mengandung makna ingkar.
««•»»
Or do they possess the kingdom of the heavens and the earth and whatever is between them? If this is what they claim: Then let them ascend by the means, [of ascension] that lead to the heaven and bring [down] some revelation (wahy) and then assign it exclusively to whomever they wish (am in both verses represents the [rhetorical] hamza of denial).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:10