««•»»اصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُدَ ذَا الْأَيْدِ إِنَّهُ أَوَّابٌ
««•»»
ishbir 'alaa maa yaquuluuna waudzkur 'abdanaa daawuuda dzaa al-aydi innahu awwaabun
««•»»
Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan).
««•»»
Be patient over what they say, and remember Our servant, David, [the man] of strength. Indeed he was a penitent [soul].
««•»»
Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya agar tetap bersabar menghadapi apa saja yang dikatakan oleh kaum musyrikin, meskipun perkataan itu merupakan hinaan dan pendustaan. Hal serupa itu tidak Saja menimpa Rasulullah dan pengikut-pengikutnya, akan tetapi juga menimpa Nabi-nabi yang diutus sebelumnya. Bagi orang-orang yang beriman, pengingkaran dan penganiayaan yang. datang dari pihak musuh-musuh Allah, tidaklah mengurangi perjuangan mereka dalam menegakkan agama tauhid, bahkan menjadi pendorong untuk tetap mempertahankan kebenaran tauhid dan tetap berjuang menghancurkan kemusyrikan. Allah SWT juga memerintahkan kepada Rasulullah agar mengingatkan kaumnya akan kisah Nabi Daud yang memiliki kekuatan. Dimaksud kekuatan dalam ayat ini ialah kekuatan dalam menaati Allah dan kekuatan dalam memahami agama. Ketaatan kepada Allah dan pengetahuannya terhadap agama tergambar pada tindakannya yang selalu berjuang untuk melaksanakan amanat, menyebar luaskan seruan menganut agama tauhid, tanpa menampakkan kelemahan sedikitpun.
Nabi Daud terkenal sebagai Nabi yang paling kuat beribadah. la menggunakan waktunya sepertiga malam untuk salat, dan selang sehari ia berpuasa.
Mengenai ketaatan Daud kepada Tuhannya lebih jauh dijelaskan dalam beberapa hadis sebagai berikut:
أحب الصلاة إلى الله تعالى داود وأحب الصيام إلى الله عز وجل صيام داود, كان ينام نصف الليل ويقوم ثلثه وينام سدسه وكان يصوم يوما ويفطر يوما, ولا يفر إذا لاقى وإنه كان أوابا
Salat yang paling dicintai Allah Taala ialah salat Daud, dan puasa yang paling dicintai Allah `Azza wa Jalla ialah puasa Daud. Dia tidur separuh malam, dan melakukan salat sepertiganya, lalu tidur lagi seperenamnya. Dia berpuasa selang sehari. Dan dia tidak lari apabila bertemu musuh. Dan memang sebenarnyalah dia amat taat kepada Tuhan.
(H.R. Bukhari Muslim)
Dari riwayat ini dapatlah dipahami bahwa Nabi Daud as dalam segala urusan selalu mengembalikannya kepada Allah. Dan apabila ia merasa bersalah, atau terlintas dalam hatinya ada kesalahan pada dirinya, maka ia selalu meminta ampun kepada Allah.
Imam Bukhari meriwayatkan dalam bab Tarikh Daud dari Abi Darda' yang menyatakan:
كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا ذكر داود وحدث عنه قال: كان أعبد البشر.
Apabila Nabi (Muhammad) saw menyebutkan Daud, atau membicarakan tentang dia maka beliau memberikan sifat bahwa ia adalah manusia yang paling banyak ibadahnya.
Imam Ad Dailamy meriwayatkan dari Ibnu Umar yang menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:
لا ينبغي لأحد أن يقول: إني أعبد من داود
Tidak patut bagi seseorang mengatakan bahwa saya lebih banyak beribadah dari Nabi Daud.
Riwayat-riwayat tersebut menunjukkan bahwa Nabi Daud adalah Nabi yang amat taat kepada Allah, sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT pada akhir ayat yang ditafsirkan ini.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Allah swt. berfirman, ("Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan) dalam beribadah; tersebutlah bahwa dia sepanjang tahun selalu berpuasa sehari dan berbuka sehari; bangun pada tengah malam untuk melakukan salat, kemudian tidur selama sepertiga malam dan seperenam malam harinya lagi ia gunakan untuk salat (sesungguhnya dia amat taat) yakni selalu mengerjakan hal-hal yang menjadi keridaan Allah swt.
««•»»
God, exalted be He, says: Bear patiently what they say and remember Our servant David, the one of fortitude, that is to say, [the one] of fortitude in worship: he used to fast every other day and keep vigil for half the night, sleep for a third and then keep vigil for the [last] sixth. Indeed he was a penitent [soul], always returning to what pleases God.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 16]•[AYAT 18]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#38:17
God, exalted be He, says: Bear patiently what they say and remember Our servant David, the one of fortitude, that is to say, [the one] of fortitude in worship: he used to fast every other day and keep vigil for half the night, sleep for a third and then keep vigil for the [last] sixth. Indeed he was a penitent [soul], always returning to what pleases God.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 16]•[AYAT 18]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of88
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=38&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#38:17
